Gambar dari WHISC |
Beberapa hari yang lalu, seorang kawan menangis padaku
karena kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya. Kami berpelukan lama sambil
mendengarkan ceritanya. Apa lagi yang bisa kulakukan selain memeluknya dan
berharap ia kuat? Aku tahu, hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang remeh
temeh bisa berarti hidup dan mati bagi sebagian yang lain.
Hanya berjarak sekian hari kemudian, seorang kawan yang lain
datang padaku dengan kisah yang sama. Dan lagi-lagi, aku hanya bisa memeluknya sambil
mendengarkan segala yang ingin ia tumpahkan. Aku berusaha menghiburnya dengan
bercerita hal-hal lucu yang sebenarnya tidak lucu hanya untuk membuat hatiku
sedikit lebih baik, karena tak mampu berbuat apapun untuk meringankan bebannya.
Meskipun aku tahu, nasihatku tidak berguna karena kurasa
kawan-kawan yang datang padaku lebih butuh didengarkan timbang diberi nasihat,
mulutku tetap tak mampu menahan sederet umpatan pada pria-pria yang
berselingkuh itu dan meminta kawanku untuk tegas meninggalkan mereka karena apa
sih yang bisa diharapkan dari pria tak setia dan mengkhianati komitmen begitu?
Dan seharusnya, apapun keputusan yang diambil kawan-kawanku,
harus kuhormati bukan?
Seringkali, aku merasa kesensitifitasanku terhadap sesuatu
menjadi sebuah kutukan. Melihat raut muram seorang kawan, atau mendengar helaan
nafasnya yang berat, atau memandang tatapan kosongnya membuatku merasa harus
berbuat sesuatu untuk berbagi beban berat apapun itu. Tentu aku tidak
menyesalinya, hanya saja kadang aku menjadi berpikir apakah yang kulakukan
tepat, apakah aku berhak untuk menjadi orang yang mendengarkan rahasia-rahasianya.
Aku juga sering bertanya apakah niatku murni tulus ingin membuat perasaannya
menjadi lebih baik atau jangan-jangan aku hanya kepo dan ingin terlihat baik?
Tetapi, aku berharap bahwa common sense yang kulakukan ini
tidak dibajak setan, tidak dibajak rasa-rasa palsu tanpa ketulusan. Semoga. Dan
siapapun yang pernah berkisah tentang hidupnya padaku, kuharap mereka menemukan
ketulusanku yang membuatnya menjadi lebih kuat. Ya, hidup ini berat, tetapi
semoga kita kuat bukan?
Depok, 12 Desember 2019
No comments:
Post a Comment